Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2019

Do'a Wirdusshobah dan Artinya

mhd1


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
رَبِّ أَعُوْذُبِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْن، وَأَعُوْذُبِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنَ . اَللّهُمَّ إِنِّيْ اَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَ ئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ اَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لآاِلــهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ،أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا كاَنَ ِمنَ المُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ. أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ المُلْكُ ِللّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ مَا أَصْبَحَ ِبيْ ِمنْ نِعْمَةٍ أَوْبِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لآ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُعَلَى ذالِكَ.
Rabbi a’uudzubika min hamazaatissyayaathiin, wa a’uudzubika rabbii an yahdhuruun. Allahumma innii ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata arsyika wa malaaikataka wa jamii’a khalqika annaka antallahu laa ilaaha illa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna muhammadan abduka wa rasuuluka, ashbahnaa ala fithrotil islaam wa alaa kalimatil ikhlaas wa alaa diini nabiyyinaa muhammadin shallallahu alaihi wasallam, wa alaa millati abiina ibraahiim haniifan musliman wa maa kaana minal musyrikiin. Allahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaika nusyuuru. Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaahi rabbil aalamiin. Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin aw bi ahadin min kholqika fa minka wahdaka laa syariika laka, fa lakal hamdu wa lakasyyukru ala dzaalik.
Artinya :
Ya   Allah, aku berlindung kepada Mu dari bisikan syetan dan aku berlindung kepada Mu ya Allah akan kehadiran mereka. Ya Allah, aku pada pagi hari ini bersaksi kepada Mu, kepada yang mengangkat Arsy Mu, kepada malaikat Mu dan seluruh makhluk Mu, bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah Hamba Mu dan Utusan Mu.
Pada pagi hari ini kita dalam Fitrah Islam dengan kalimat Ikhlas dan di atas Agama Nabi Muhammad SAW. Kita pada jalan Bapak kita Ibrahim secara lurus dan tunduk dan tidaklah tergolong dari pada orang–orang musyrikin.
Ya   Allah, dengan Engkau kami pada pagi hari dan dengan Engkau pula kami pada sore hari, dan dengan Engkau kami hidup serta dengan Engkau kami mati dan kepada Mu semua kembali.
Pagi hari ini kami semua dan seluruh kerajaan adalah bagi Allah Tuhan seluruh alam.Ya   Allah, apa yang pada hari ini kami terima dari nikmat atau bagi seseorang dari makhluk Mu hanya dari Engkau sajalah, tidak ada sekutu bagi Mu, maka bagi Mu segala Puji dan Syukur atas yang demikian itu.


Kamis, 17 Oktober 2019

Literasi Budaya SD Islam 04 Pekalongan

MazGuru

Ahad, 13 Oktober 2019 SD Islam 04 Pekalongan menyelenggarakan kegiatan yang menarik perhatian warga civitas sekolah yaitu berupa "Literasi Budaya". Kegiatan literasi budaya dilaksanakan dengan tujuan melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara yang adiluhung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dan dewan guru SD Islam 04 Pekalongan. Dengan kegiatan ini diharapkan timbul kecintaan dan kebanggaan di hati seluruh civitas akademika terhadap kebudayaan Jawa yang sangat bernilai tinggi. Tema kegiatan literasi budaya SD Islam 04 Pekalongan yaitu "Melalui kegiatan literasi budaya, kita lestarikan dolanan anak dan kuliner nasional sebagai warisan bangsa." 

Adapun dalam kegiatan Literasi Budaya ini antara lain berupa :

1. Dolanan Anak

Anak-anak bermain dakon/congklak dengan memakai pakaian daerah

Dolanan/permainan anak saat ini sudah mengalami pergeseran bahkan sudah tidak dikenal lagi oleh sebagian besar anak kita. Hal ini karena maraknya permainan di gadget/smartphone yang lebih disenangi oleh anak-anak kita, padahal dolanan anak nusantara banyak variasinya dan mempunyai nilai dan filosofi tinggi dibandingkan dengan dolanan gadget. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak mengenal dan mencintai dolanan anak Nusantara yang mengandung nilai-nilai tinggi. Gambar diatas beberapa anak sedang bermaian congklak/dakon. Permainan ini juga telah dikenal oleh seluruh wilayah di Indonesia. Menggunakan biji congklak yang terbuat dari cangkang karang tapi ada juga yang menggunakan batu, biji asam jawa ataupun biji-bijian lainnya lalu menggunakan papan congklak yang berisi 16 lubang. Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh dua orang saja. Biji congklak berisi 98 buah dan papan congklak ada yang terbuat dari plastik namun juga ada yang dari kayu. 

Awal memainkan permainan ini dengan suit menentukan siapa yang jalan dulan, lalu jika ada yang menang maka pemain harus mengambil semua biji dari salah satu lubang dan biji tersebut diisi satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan, dari kiri atau kanan. Hingga biji habis dan setelah itu ambil lagi semua biji dari tempat terakhir biji diletakkan. Begitu seterusnya hingga siapa yang mendapat biji paling banyak maka ia yang menjadi pemenang.

Dolanan ini mengajarkan kepada anak mengenai ketekunan, kesabaran, ketepatan, kejujuran dan berhitung dengan teliti.

Lompat tali
Dolanan selanjutnya yaitu lompat tali. Lompat tali menggunakan gelang karet yang disusun sedemikain rupa sehingga membentuk rantai tali yang panjang. Rantai tali karet ini sangat fleksibel dan bisa memanjang sehingga tidak mudah putus. Cara bermainnya cukup sederhana, yaitu dua orang memegang tali sedangkan lainnya melompati tali dari mulai mata kaki sampai ketinggiannya meningkat ke ujung tangan yang memegang tali. Yang tidak berhasil melompat maka akan bertugas untuk memegang tali. Dolanan ini mengajarkan anak mengenai ketangkasan, kekuatan dan keberanian. 

Jengklek/Engklek
Permainan ini sampai sekarang masih dilakukan dan seluruh wilayah Indonesia mengenal permainan ini, meskipun disetiap daerah memiliki sebutan lain-lain. Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Bisa dilakukan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang, sebab untuk memainkannya harus menunggu giliran dan jika banyak yang bermain maka akan lama menunggunya.
Cara bermainnya dengan menggambar kotak-kotak di latar. Bermainnya dilapangan yang terang agar mudah menggambar kotak-kotaknya. Ada sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran. Dolanan ini mengajarkan anak-anak mengenai ketangkasan, kesabaran, kekuatan dan kebersamaan.
Para Ustadzah juga ikut memeriahkan tarik tambang
Tarik tambang, dolanan ini sudah terkenal ke seantero nusantara. Sampai sekarang masih sering dimainkan terutama saat peringatan HUT NKRI di kampung-kampung maupun di sekolah-sekolah. Tidak hanya siswa-siswi yang memeriahkan dolanan nusantara, para ustadzah juga turut serta memeriahkan sehingga suasana menjadi ramai dan menegangkan. Peraturan permainan ini yaitu tim yang mampu menarik lawan sampai batas tertentu maka akan ditetapkan sebagai pemenang.
Dolanan ini mengajarkan kepada kita tentang kekuatan, strategi untuk menang, kekompakan tim, ketaatan pada pemimpin dan ketangkasan.

Para siswi menyanyikan lagu daerah dan menari bersama
Lagu-lagu daerah saat ini sudah sangat jarang sekali dinyanyikan. Dalam kegiatan ini para siswa-siswi masing-masing kelas menampilkan pentas seni menyanyikan lagu daerah disertai dengan tarian yang mereka kreasikan sendiri. Suasana semakin meriah dan membahagiakan disaat mereka tampil maju ke depan menunjukkan kebolehannya.
2. Jajanan Nusantara

Jajanan nusantara saat ini jarang sekali dijual di toko maupun penjual makanan di sekitar sekolah. Dengan kegiatan literasi budaya yang menyuguhkan jajanan nusantara yang sehat diharapkan anak-anak menyukai cita rasa jajanan nusantara yang beragam.
Dewan Asatidz SD Islam 04 Pekalongan

Rabu, 09 Oktober 2019

SMA Islam Pekalongan Utamakan Pendidikan Karakter

MazGuru
Siswa-siswi sedang sholat dhuha berjama'ah



SMA Islam Pekalongan merupakan sekolah swasta dibawah naungan Yayasan Ma'had Islam Pekalongan bertekad mengutamakan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar mengajar rutin. Istilah karakter dihubungkan dan dipertukarkan dengan istilah etika, akhlak dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif, bukan netral. Sedangkan karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dengan demikian, karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang.

Penguatan   pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain, berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pornografi, dan perusakan milik orang lain, menjadi masalah sosial yang hingga kini belum teratasi secara tuntas. Oleh karena itu, betapa  pentingnya pendidikan karakter  terutama dilingkungan sekolah.

“Karena kami sekolah islam, tentunya yang kami kedepankan adalah pendidikan karakter Islam. Yang mana pendidikan itu bisa mampu menjadi bekal mereka didunia dan akhirat,” ungkap Kepala SMA Islam Pekalongan, Eko Lusjiyanto, M.Pd. Ada berbagai jenis program yang sudah dan hendak dicanangkan oleh sekolah untuk mewujudkan pendidikan karakter yang sesungguhnya. Mulai dari doa pagi bersama, program hafidz quran serta penguatan bahasa Arab dan Inggris.

“Kita setiap pagi ada pembacaan wirudus shobah bersama-sama, kemudian dilanjutkan program hafidz quran. Untuk hari ini sudah sampai pada surat al anbiya’ dan pada semester ini ditargetkan surat al mulk selesai dan begitu seterusnya,” imbuhnya. 



Program tahfidz ini menjadi program unggulan SMA Islam, dengan target bersama 1 sampai 2 tahun kedepan siswa-siswi lulusan SMA Islam sudah mengantongi hafalan minimal 4 juz. Sehingga cita-cita untuk melahirkan generasi hafidz-hafidzoh bisa tercapai.


Selain itu, program terobosan selanjutnya SMA Islam Pekalongan untuk mewujudkan pendidikan berkarakter dan berkualitas adalah membiasakan untuk berbahasa arab dan bahasa inggris pada hari-hari tertentu dalam semua aktivitas di sekolah.
“Kalau program ini memang baru mau dilaksanakan ya, rencananya nanti setiap hari Kamis siswa dan guru akan berbahasa arab dalam semua aktivitas di sekolah. Dan lain hari kita akan berbahasa inggris,” ujarnya.

Pihaknya berharap, semua program terobosan SMA Islam Pekalongan bisa dilaksanakan dengan baik. Serta mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan oleh para pendidik dan orang tua siswa.

SD Ma'had Islam Mendidik Enterpreuner Sejati

MazGuru


Enterpreuner itu Sunnah Nabi

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: « التَّاجِرُ الأَمِينُ الصَّدُوقُ الْمُسْلِمُ مَعَ الشُّهَدَاءِ – وفي رواية: مع النبيين و الصديقين و الشهداء –  يَوْمَ الْقِيَامَةِ » رواه ابن ماجه والحاكم والدارقطني وغيرهم
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasuluillah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).
 Hadits diatas menunjukkan betapa mulianya profesi seorang pedagang. Rosul memberi keistimewaan tersendiri bagi profesi pedagang, terutama pedagang yang jujur. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki berasal dari perniagaan, sebagian besar orang dari kita nampaknya lebih suka bekerja kepada orang lain daripada berdagang karena beranggapan bekerja di sebuah perusahaan yang mapan dengan kepastian gaji bulanan tentu dianggap lebih aman, nyaman, dan resiko rendah daripada berdagang.

“Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini adalah perdagangan,” kata Rasulullah dalam hadits riwayat Ahmad. 


Sang ayah, Abdullah, wafat saat usianya baru dua bulan di dalam kandungan. Sementara sang bunda, Aminah, pergi untuk selama-lamanya manakala Rasulullah berumur enam tahun. Kondisi seperti ini membuat Rasulullah mandiri dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 
Memang selepas ditinggalkan orang tuanya, Rasulullah diasuh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu kemudian pamannya, Abu Thalib. Mulanya, ia mengandalkan kakek dan pamannya dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, Rasulullah tidak bisa berpangku tangan terus menerus menunggu pemberian kakek dan pamannya. Ada rasa malu di dalam dada. 
Akhirnya, ketika usianya delapan tahun Rasulullah sudah bekerja. Ia menggembalakan kambing-kambing elit Quraisy. Dari situ, Rasulullah mendapatkan upah untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ia menjalani pekerjaan ini selama empat tahun.
Ketika usianya 12 tahun, Rasulullah ‘banting setir.’ Ia ganti profesi. Tidak lagi menjadi penggembala kambing. Ia bekerja magang di ‘perusahaan’ sang paman, Abu Thalib. Ia menjadi karyawan bisnis pamannya dalam sektor ekspor-impor. Di usianya yang masih belia, Rasulullah bahkan beberapa kali ikut berdagang bersama pamannya ke Syam (sekarang Suriah). Ia magang pada pamannya selama kurang lebih lima tahun, hingga usianya 17 tahun.
Pada tahap ini, Rasulullah mulai belajar berwirausaha. Ia menyerap semua ilmu bisnis dan dagang dari sang paman dan mitra bisnisnya. Mulai dari kondisi pasar, penawaran dan permintaan (supplyand demand), produksi barang, karakteristik pembeli, dan lain sebagainya. 
Merujuk buku Agar di Surga Bersama Nabi, Rasulullah mulai membangun bisnisnya sendiri saat usianya 17 tahun. Meskipun masih pada tahap rintisan (start up). Dengan modal ‘gelar Al-Amin’, Rasulullah menjadi manajer investasi (investment manager). Banyak pemilik modal di Makkah yang ‘kepincut’ dengan Rasulullah. Mereka memasok barang dan modal untuk Rasulullah sehingga diputar menjadi lebih besar. 
Tidak hanya itu, Rasulullah juga memiliki modal pengalaman yang luar biasa dalam dunia perdagangan dan bisnis. Merujuk buku Muhammad A Trader, Rasulullah sudah menjadi pemimpin kafilah dagang ke luar negeri pada saat usianya baru 17 tahun. Bahkan, Ia berdagang hingga ke 17 negara lebih. Diantaranya Syam, Yordania, Bahrain, Busra, Irak, Yaman, dan lainnya.
Dalam Sirah Nabawiyyah, al-Mubarakfury menjelaskan bahwa Rasulullah menggandeng as-Saib bin Abus-Saib sebagai partner saat awal-awal memulai bisnis. Bagi Rasulullah, Abus-Saib adalah rekan terbaiknya dalam bisnis. Tidak pernah berselisih dan tidak curang.
Bisnis Rasulullah semakin moncer. Apa yang ia jual pasti untung. Pemilik modal menjadi senang. Pun para konsumen yang membeli dari Rasulullah. Mereka puas dengan barang dan cara Rasulullah berdagang. 
Hingga akhirnya saat usianya 25 tahun, Rasulullah menikah dengan Khadijah, salah satu pemilik modal yang selama ini berinvestasi kepadanya. Dengan ini, bisnis Rasulullah semakin ‘menjadi-jadi.’ Bayangkan saja, sebelumnya Rasulullah sudah sukses dengan bisnisnya. Kemudian, ia menjadi suami dari seorang yang juga pebisnis sukses. Seorang yang menanamkan investasi kepadanya. Maka tidak heran setelah pernikahannya dengan Khadijah, bisnis Rasulullah –dan Khadijah- menjadi begitu besar. 
Kesuksesan Rasulullah dalam dunia bisnis setidaknya tercermin dari mahar yang diberikan kepada Khadijah. Jika dituangkan dengan nilai mata uang sekarang, mahar Rasulullah untuk Khadijah mencapai sekitar enam miliar rupiah.  
Laode Masihu Kamaluddin dalam bukunya Rahasia Bisnis Rasulullah mencatat, waktu atau durasi Rasulullah sebagai pengusaha (entrepreneur) lebih lama dibandingkan dengan ia sebagai seorang nabi dan utusan Allah. Rasulullah menjalani hidup sebagai seorang pebisnis selama 25 tahun, bahkan lebih. Sementara, ia menjadi seorang nabi dan rasul Allah ‘hanya’ 23 tahun (usia 40-63 tahun).
Rasulullah menerapkan beberapa langkah dan strategi hingga ia sukses dalam dunia kewirausahaan (entrepreneurship). Ia pandai melakukan segmentasi dan menetapkan target pasar (targeting).Sebelum menjajakan suatu barang, Nabi Muhammad saw. memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kebiasaan, cara hidup, cara makan dan minum, serta kebutuhan yang diperlukan masyarakat setempat. 
Ia juga berhasil melakukan segmentasi sehingga ketika datang ke kota A maka barang-barang yang dibawa adalah ini dan itu. Barang-barang yang dibutuhkan masyarakat tersebut. Ketika datang ke kota B maka barang yang dibawa lain lagi. Dan seterusnya.
Rasulullah juga menjalin hubungan yang baik (silaturahim) dengan pelanggannya. Tidak hanya itu, ia melakukan ekspansi usaha ke wilayah-wilayah lain, buka hanya satu wilayah saja. Ia selalu menjelaskan kekurangan dan kelebihan barang dagangannya dengan jujur kepada para pelanggannya. Mematok harga sesuai dengan nilai komoditasnya dan tidak melakukan perang harga dengan pedagang lainnya.   
Di samping itu, Rasulullah juga memiliki branding dan sikap yang baik. Rasulullah mendapatkan gelar Al-Amin dari masyarakat Arab. Ini menguntungkannya dalam melaksanakan proses perdagangan dengan para pelanggannya. Rasulullah juga mengedepankan sikap jujur, ikhlas, dan profesional. Ia tidak pernah membohongi pelanggannya dan ikhlas menjalankan usahanya.



Pendidikan Enterpreuner Sejak Dini di SD Ma'had Islam

Siswa-siswi SD Islam 06 Ma'had Islam menjaga stand mereka sendiri dan melayani pelanggan sendiri
Mencontoh dari kehidupan Rosul yang sejak dini sudah terjun ke dunia enterpreuner, maka sekolah dasar Islam di bawah naungan Ma'had Islam mengadakan program Food Market Day and Games setelah selesai Penilaian Tengah Semester tahun ini. Program ini merupakan ikhtiar nyata untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini yang telah dicontohkan oleh Rosul SAW.

Siswa SD Islam 02 melayani gurunya sebagai pembeli

Senin, 23 September anak2 SD Islam 02 mengikuti kegiatan Market Day untuk mengasah jiwa entrepreneur mereka. Dan sehari sebelum market day diadakan, anak-anak harus membuat jajanan bersama orang tua mereka di rumah. Jajanan yg dibuat harus bernilai gizi. Alhasil siang itu halaman sekolah disulap menjadi pasar jajan. 

Dari kegiatan market day ini, tentunya anak-anak belajar banyak hal. Tentang bagaimana menyiapkan dan menata barang dagangannya agar menarik, belajar menghitung modal dan laba, bagaimana berkomunikasi dg pembeli, membuat poster-poster iklan agar stand mereka dikunjungi, dan lain sebagainya.
Di market day yg seru ini, yg bertindak sbg penjual adalah anak-anak kelas 5 dan 6. Anak-anak kelas lain yg bertindak sebagai pembeli pun belajar bagaimana harus menawar dg sopan, dan tentunya membuang sampah makanan di tempatnya agar kebersihan sekolah tetap terjaga. Suasana semakin hingar ketika para wali murid, guru, dan para pegawai yayasan ma'had ikut menyerbu kudapan sehat ala anak SDI 02 
😀